TigerW123

Dari Penggemar untuk Penggemar
Mercy Tiger (Mercedes-Benz W123)

Humor & Intermezo

Jangan Percaya Jalan Alternatif Kalau Pakai 280

Sampai hari ini, kalau bepergian ke luar kota menggunakan mobil, saya lebih memilih macet di jalan utama daripada mencoba jalan alternatif.

Bukan karena saya tidak suka jalan yang sepi. Tetapi karena saya pernah mempunyai pengalaman yang cukup membuat trauma bersama Mercy Tiger.

Waktu itu Google Maps belum ada. Saya sedang berkendara bersama istri. Di depan terlihat antrean kendaraan yang cukup panjang. Lalu terdengar suara dari kursi sebelah.

"Belok kiri aja. Cari jalan alternatif."

Saya melirik jarum bensin. Masih menunjukkan setengah tangki.

Dalam hati saya berpikir, "Aman."

Saya pun mengikuti instruksi back seat driver. Belok kiri.

Awalnya semuanya terlihat biasa saja. Jalan masih cukup bagus. Lima menit... Kemudian pemandangannya mulai berubah.

Sawah.
Sepuluh menit... sawah.
Lima belas menit... sawah lagi.
Dua puluh menit... sawah lagi.

Tidak ada rumah. Tidak ada toko. Tidak ada SPBU. Tidak ada papan petunjuk. Bahkan orang yang bisa ditanya pun tidak ada.

Saya kembali melirik jarum bensin. Masih di posisi setengah. Saya mulai sedikit tenang.

Lima menit kemudian...

Tiba-tiba jarumnya melompat ke seperempat.

Saya mulai berkeringat. Bukan karena AC mati, tetapi karena mulai menghitung kemungkinan terburuk.

Beberapa menit berikutnya... Tiba-tiba jarum masuk ke zona merah.

Keringat dingin mulai keluar. Mulut komat-kamit, hati berdoa: "Semoga ada pom bensin..."

Yang membuat keadaan semakin menegangkan... Tiba-tiba jarum bensin naik lagi. Kembali ke seperempat!

Bukannya lega, saya justru semakin panik.

Karena sejak saat itu saya tidak tahu lagi mana yang benar... Posisi jarumnya, atau isi tangkinya.

Sepanjang perjalanan saya hanya bisa terus berdoa. Jalan masih sama.

SAWAH. SAWAH. SAWAH.

Rasanya tidak pernah selesai.

Sampai akhirnya... kami kembali ketemu jalan raya dan dari kejauhan saya melihat sesuatu yang sangat indah:

Logo Pertamina.

Saat itu rasanya lebih indah daripada melihat pelangi. Saya langsung masuk ke SPBU. Petugas bertanya,

"Isi berapa, Mas?"

Saya menjawab tanpa berpikir sedikit pun:

"Full tank!"


Sejak hari itu saya mempunyai satu aturan sendiri: Kalau bepergian ke luar kota, harus full tank dan saya lebih rela macet di jalan utama daripada mengikuti jalan alternatif yang tidak saya kenal.

Bukan karena takut tersesat. Tetapi karena saya tidak mau lagi bermain tebak-tebakan dengan jarum bensin Mercy Tiger.

Trauma itu masih bertahan sampai sekarang. Dan setiap kali melihat tulisan "Jalan Alternatif", yang pertama kali saya ingat bukan kemacetannya...

Melainkan sawah yang tidak ada habisnya... dan sebuah jarum bensin yang berhasil membuat saya lebih panik daripada perjalanan itu sendiri.

Mari Berbagi Cerita dan Pengalaman

Apabila Anda memiliki pengalaman menarik, tips perawatan, dokumentasi restorasi, maupun foto Mercedes-Benz W123, kami dengan senang hati menerimanya. Informasi yang Anda bagikan dapat membantu memperkaya artikel di TigerW123 sekaligus menjadi referensi bagi sesama penggemar Mercy Tiger di Indonesia.

*Apabila tidak ingin nama dicantumkan sebagai kontributor, silakan informasikan pada email yang Anda kirimkan.

📧 Kirim Cerita ke info.tigerw123@gmail.com